Havana –
Pemerintah Rusia berencana mengevakuasi ribuan wisatawannya Bersama Kuba Di beberapa hari Ke Didepan, menyusul krisis bahan bakar yang terjadi.
Hal ini adalah dampak Bersama Amerika Serikat Berusaha memutus pasokan Energi Ke Negeri itu. Otoritas penerbangan Rusia Ke Rabu kemarin Mengungkapkan dua maskapai yang melayani rute Ke Kuba Akansegera mengoperasikan penerbangan khusus keberangkatan Sebagai memulangkan wisatawan.
Setelahnya itu, layanan penerbangan Sambil Itu Akansegera dihentikan. Mengutip The Guardian, Kamis (12/2/2026) otoritas penerbangan Kuba telah memperingatkan bahwa stok bahan bakar jet Ke Negeri itu hampir habis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Situasi itu mengancam sektor Perjalanan Ke Luarnegeri yang Di ini menjadi tulang punggung ekonomi Kuba. Tak hanya maskapai Rusia, maskapai nasional Kanada juga Memperkenalkan penghentian Sambil Itu penerbangan Ke Kuba akibat krisis bahan bakar.
Di Itu, beberapa maskapai lainnya juga memilih mengalihkan rute pesawat agar dapat mengisi bahan bakar Ke bandara-bandara terdekat Ke kawasan Karibia.
Badan Perjalanan Ke Luarnegeri Rusia menyebutkan Disekitar 4.000 wisatawan Rusia Di ini masih berada Ke Kuba. Banyak Ke antaranya merupakan pegawai negeri. Kuba sendiri dikenal sebagai sekutu lama Kremlin dan menjadi salah satu Bersama sedikit destinasi yang tetap diizinkan Sebagai dikunjungi pejabat Rusia Ke bawah aturan perjalanan dinas Perlindungan yang ketat.
Otoritas tersebut juga memastikan seluruh paket wisata mendatang Ke Kuba Sebagai Sambil Itu ditangguhkan. Ke sejumlah grup percakapan daring, warga Rusia yang masih berada Ke Kuba Mengkritik penjatahan bahan bakar serta berkurangnya layanan transportasi umum akibat kelangkaan yang Lebih terasa.
Beberapa wisatawan Justru mengaku dipindahkan Ke hotel Bersama kelas lebih rendah, meski pasokan listrik Ke sana disebut lebih stabil.
Memburuknya situasi Ke Kuba terjadi Setelahnya langkah pemerintahan Trump bulan lalu yang secara efektif memberlakukan blokade Energi Di pulau tersebut.
Pengiriman Energi terakhir diketahui datang Bersama Meksiko Ke awal Januari. Tetapi, Meksiko Lalu menghentikan Penjualan Barang Ke Luar Negeri Ke Di tekanan Bersama AS.
Ke Di yang sama, pasokan Energi mentah Bersama Venezuela juga terhenti Setelahnya operasi AS Ke Januari yang berujung Ke penangkapan Nicolas Maduro. Peristiwa itu memutus Dukungan Bersama salah satu pemasok energi paling penting Untuk Kuba.
Kremlin Ke Senin menyebut Situasi bahan bakar Ke Kuba sudah sangat kritis. Moskow menilai upaya AS Sebagai mencekik Kuba telah menimbulkan berbagai kesulitan.
Secara terpisah, Pembantu Ri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menegaskan solidaritas negaranya Di Kuba. “Rusia siap Memberi semua Dukungan yang diperlukan kepada teman-teman kami bersama Bersama mitra-mitra lain yang sepaham,” katanya.
Kendati begitu, bentuk Dukungan yang Akansegera diberikan belum dijelaskan secara rinci. Situasi itu dinilai rumit Sebab Rusia Di menjalani Perundingan sensitif Bersama Pemerintahan Trump, Sambil Itu fokus politik dan militernya masih tertuju Ke Pertempuran Ke Ukraina.
Rusia pun disebut tidak ingin Membahas langkah yang Berpotensi Sebagai memicu ketegangan Terbaru Bersama Washington.
(upd/wsw)
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Gaya: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
const { default: Swiper } = await import(
”
);
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Krisis BBM Kuba Memburuk, Rusia Siap-siap Mau Evakuasi 4.000 Wisatawan











