Karawang –
Kabar viral mengenai macan tutul jawa (Panthera pardus melas) yang terekam Untuk Kebugaran pincang diduga akibat jeratan ulah pemburu liar. Diperkirakan macan itu menderita dan Berpeluang tidak selamat.
Pembina Yayasan Sanggabuana Conservation Foundation (SCF) Bernard Triwinarta Wahyu Wiryanta Mengungkapkan Di ini Berorientasi mencari keberadaan macan tutul tersebut. Dia mengkhawatirkan Kebugaran satwa tersebut.
“Sebagai proses hukum kita serahkan kepada pihak kepolisian, sedangkan kita Berencana fokus melakukan pencarian Ke hutan, Sebab secara teori 95 persen kemungkinan macan tersebut sudah tidak bernyawa,” kata Bernard dikutip Bersama detikJabar, Kamis (29/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan Bernard didasari Ke fakta bahwa macan tutul yang terluka Berencana kehilangan kemampuan berburu, yang merupakan satu-satunya cara Sebagai bertahan hidup Ke alam liar.
“Di ditemukan terpantau Untuk Perekamgambar Kebugaran tubuhnya sudah kurus, Sebab secara teori, kemungkinan Bersama Kebugaran seperti itu, macan tutul sudah kehilangan kemampuan Sebagai berburu. Tapi kalau harapan saya bisa ditemukan masih hidup Sebagai direhabilitasi,” ujar dia.
Bernard menekankan pentingnya menemukan macan tutul tersebut Sebagai memastikan penyebab pasti kondisinya.
“Dari Sebab Itu ini sangat penting, kalau masih hidup kita bisa obati dan rehabilitasi, dan kalaupun sudah mati bisa dilakukan nekropsi, Dari Sebab Itu semacam otopsi Untuk hewan, Sebagai kepentingan penyelidikan Bersama Detail,” ujar dia.
Kebugaran macan dan ulah pemburu liar itu menjadi perhatian serius Resimen Laga Persahabatan Tempur (Menlatpur) Kostrad yang Pada ini menjaga kawasan hutan Pegunungan Sanggabuana. Kawasan itu merupakan Lokasi Laga Persahabatan Menlatpur Kostrad.
Dansattar Menlatpur Kostrad Letkol Inf Wisnu Broto menyampaikan bersama Sanggabuana Conservation Foundation (SCF) telah intens melakukan Studi dan perlindungan satwa langka atas perintah Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.
“Dari tahun 2023 kami bersama SCF, atas arahan Bapak Jenderal Maruli, memang kerap melakukan kegiatan Studi, pendataan satwa dilindungi, dan juga melakukan upaya pemeliharaan, dan kita konsen melestarikan kawasan hutan Karawang seluas 500-an hektare. Bersama adanya peristiwa ini, tentu menjadi peristiwa yang harus ditindak tegas Bersama proses hukum,” kata Wisnu.
Wisnu mengatakan telah memasang 40 camera trap Ke 20 titik kawasan hutan Sanggabuana Dari tahun 2025. Langkah ini merupakan Pada Bersama upaya pelestarian lingkungan dan perlindungan satwa langka.
“Bapak Maruli juga sudah melakukan pelepasliaran beberapa satwa langka yang berhasil kami evakuasi dan dipulihkan BBKSDA Dari tahun lalu, dan kami sudah memasang 40 Perekamgambar trap Dari tahun lalu, dilaporkan secara real time kepada bapak Kasad,” kata dia.
Insiden pincangnya macan tutul jawa ini menjadi perhatian khusus Kostrad, mengingat peristiwa tersebut terjadi Ke Daerah yang menjadi Lokasi Laga Persahabatan TNI AD.
“Yang Terkait Bersama upaya pelestarian kami Ke gunung Sanggabuana kami laporkan secara real time kapada Bapak Kasad, Yang Terkait Bersama macan tutul jawa yang terluka ini, juga menjadi perhatian. Beliau (Kasad) memerintahkan kami agar pelaku dikejar dan diproses hukum,” ujar dia.
Sebagai merespons hal ini, Kostrad membagi personel Hingga Untuk dua Regu. Satu Regu bergerak menyisir hutan Sebagai mengevakuasi macan tutul tersebut, baik Untuk Kebugaran hidup maupun mati. Sambil Regu lainnya fokus mengawal proses hukum.
“Dari Sebab Itu Yang Terkait Bersama peristiwa ini kami Untuk 2 Regu, Dari Sebab Itu ada yang bergerak melakukan proses pelaporan, dan yang bergerak Ke kawasan hutan Sebagai mengevakuasi macan tutul itu, hidup atau mati,” kata Wisnu.
Dia berharap ketegasan hukum Untuk Perkara Pidana Hukum ini bisa menjadi pelajaran berharga Untuk Komunitas agar tidak melakukan perburuan liar Ke kawasan hutan.
“Kami harapkan Bersama adanya proses hukum ini menjadi bahan Pelatihan Untuk semua Komunitas yang nekat melakukan perburuan ilegal,” dia menegaskan.
***
Selengkapnya klik detikJabar.
(fem/fem)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Nasib Macan Pincang Korban Jerat Pemburu Liar Masih Misterius











